Selasa, 10 April 2012

Artikel Bulutangkis


Mengenal artikel Bulutangkis, olahraga yang satu ini sangat banyak digemari oleh masyarakat Indonesia baik kalangan tua maupun muda. Di kota maupun di pelosok kampungpun bulutangkis sangat diminati, ada yang bermain lapangan terbuka( luar gedung ),ada juga  yang bermain dilapangan tertutup ( dalam gedung ).

Saya sendiri amat senang sekali bermain bulutangkis, lumayan… buat nyari keringat! Kalau di kampung biasa main dimalam hari sama pak RT dan warga kampung. Tadinya sich asal mukul aja itu kok, tapi lama lama jadi pengin serius belajar tekniknya bermain yang benar, biar nggak malu – maluin gitu..!!

Selain mudah, olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang ( untuk tunggal )  atau dua pasangan ( untuk ganda ) ini dalam prakteknya juga membutuhkan alat atau piranti pendukung didalam permainannya : seperti Raket, net, Kok ( shuttlecock ), sepatu dan wasit dalam permainan.

Belum diketahui secara pasti asal usul sejarah permainan bulutangkis, dan sampai sekarang masih menjadi  ajang perdebatan karena banyak versinya. Nenek moyang pendahulunnya disinyalir adalah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket yang diperkirakan di  masa CHINA KUNO, abad ke -12 di kerajaan inggris, di Polandia awal abad ke-18, Di India akhir abad ke 19, sementara di Eropa sendiri antara abad 11 dan 14.

Di tahun 1860an, sebuah tempat yang bernama BADMINTON HOUSE yang berada di Gloucestershire Inggris memulai permainan ini yang tadinya di sebut “BATTLE DOR and SHUTTLECOCK”dan pada perkembangannya akhirnya dikenal dengan nama BADMINTON.

Standar peraturan Olahraga bulutangkis  mulai dibuat tahun 1887 dan  direvisi pada tahun 1895 dan tahun 1905. Sampai sekarang peraturan tersebut masih tetap dipakai walaupun ada sedikit mengalami perubahan di dalamnya.

Bulutangkis berada di bawah naungan IBF ( International Badminton Federation ), tahun 1993 IBF berkembang lebih dari  120 negara dunia. Event pertandingan terbesar bulutangkis yang menjadi ajang kegiatan IBF yaitu Piala THOMAS CUP dan UBER CUP. Ajang Piala bergengsi ini digelar 2 tahun sekali di tahun tahun genap. Sedangkan ajang pertandingan dunia lainnya digelar di tahun tahun ganjil.

Beberapa event turnament lainnya juga menjadi tolak ukur dan mengasah sejauh mana kemampuan dan skill para atlit Bulutangkis di dunia  seperti, All England, Sudirman Cup dan baru baru ini  AXIATA cup yang diadakan di Jakarta & Kualalumpur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar